Apa Itu Impulsive Spending? Ternyata Perilaku Ini Bahaya Dan Kita Suka Melakukannya Lho..

Ada pertanyaan nih untuk SobatPD, pernahkah gak kamu merasa menyesal atau bingung kenapa membeli suatu produk yang tidak begitu penting dan pada tidak/jarang terpakai? Atau mungkin kamu merasa menyesal karena menghabiskan uang terlalu banyak pada satu produk? Apa SobatPD tahu perilaku Impulsive Spending? Dari pertanyaan diatas, kalau SobatPD menjawab pernah berarti kamu sudah masuk dalam daya tarik perilaku Impulsive Spending atau pengeluaran impulsif. Jadi, Impulsive Spending atau pengeluaran impulsive adalah pengeluaran yang kamu habiskan pada sebuah produk yang sebenarnya yang tidak benar-benar dibutuhkan, tanpa perencanaan dan adanya dorongan kuat untuk membeli yang muncuk secara tiba-tiba. Kalau kamu sering melakukan perilaku ini jangan harap kamu bisa nabung, nantinya keuangan kamu bisa carut marut.

Jangan khawatir, perilaku Impulsive Spending ini wajar kok, semua orang juga pasti pernah merasakan asal tahu batasannya.

Apa yang menjadi penyebab Impulsive Spending?

Banyak faktor yang menjadi penyebab kenapa seseorang berperilaku Impulsive Spending, bisa jadi karena belanja sesuai dengan mood / suasana hati seperti menghibur ketika sedih atau sekedar melihat barang itu menarik,lucu, kepengen punya, ataupun produk itu dianggap layak dimiliki, bisa juga karena iming-iming harga miring atau manfaatkan aji mumpung lagi diskon. intinya adalah kurangnya pengetahuan tentang mana kebutuhan dan mana keinginan.

Ada bahaya yang mengancam jika selalu berperilaku Impulsive Spending.

Banyak bahayanya jika kamu selalu Impulsive Spending jika berbelaja, seperti

Pertama, kalau sudah menjadi kebiasaan setiap berada di pusat perbelanjaan kamu kecenderungan untuk membeli sesuatu, meskipun seringnya nggak butuh apa-apa dari situ, penyakit ini dinamakan ‘laper mata’. Impulsive spending ini tentunya jadi bahaya lantaran Kamu bisa mengadopsi gaya hidup konsumtif yang bisa merugikan diri sendiri.

Kedua, setelah terjadi penyakit ‘laper mata’ timbullah penyesalan pembelian, dimana kamu merasa barang itu bagus ketika dilihat di salah satu toko, kemudian kamu membelinya karena prilaku Impulsive Spending dan sampainya barang itu dirumah ternyata barang yang kamu beli menjadi biasa saja. ang tadinya Kamu berharap mendapat kepuasan setelah membeli barang tersebut, malah penyesalan yang didapat.

Ketiga, memperburuk keuangan yang kamu punya. Ketidak terkendalinya perilaku Impulsive Spending membuat kamu menderita dalam hal keuangan. Karena banyak pengeluaran tak terencana yang akhirnya akan membuat kamu berhutang untuk menutup kebutuhan, jika tidak bias mengendalikan maka kamu akan terjerat hutang.

Gak mau kan terbelenggu sama masalah perilaku Impulsive Spending? Agar bisa dekat dengan tabungan yang banyak uanganya, kamu bisa perilaku sehat berbelanja seperti utamakan prioritas kebutuhan atau mencoba memaksakan menabung di awal bulan. Berikut ini bisa jadi masukkan untuk kamu mengurangi perilaku Impulsive Spending.

Pahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan

Ketika hasrat ingin berbelanja muncul, pahami dahulu apa yang kamu ingin beli itu menjadi kebutuhan atau hanya sedekar keinginan.  Ulur waktu dulu agar bisa membedakan dengan rasional dan tanyakan pada diri sendiri apakah barang ini yang sangat kamu butuhkan atau hanya ingin memenuhi hasrat ingin membeli.

Kurangi interaksi dengan pusat perbelanjaan dan aplikasi belanja

Banyak fakta yang mengatakan bahwa, orang yang suka ke mall bukan karena mereka memiliki tujuan berbelanja, melaikan lebih kepada senang karena dikelilingin barang-barang mewah. Jadi kalau sudah mikirin mall, alihkan pikiran kamu ke aktivitas yang bermanfaat seperti olahraga, baca buku dan lain sebagainya. Untuk kamu yang Impulsive Spending dengan belanja online, bila perlu matikan notifikasi aplikasi e-commerce yang dimiliki agar tidak muncul keinginan pembelian online.

Tinggalkan Balasan