Padahal Gaji Udah Lumayan Tapi Kenapa Masih Belum Cukup Ya? Ini Penyebabnya

“Gaji tiap bulan yang didapat lumayan tapi kenapa tiap bulan krisis terus ya?”. Siapa di antara SobatPD yang pernah bergumam seperti itu? Atau sering jadi tempat curhatan teman kantor dengan keluhan yang sama? Kalau iya, ada yang salah nih di pengelolaan keuangan kamu. Jangan biarkan keadaan itu berlarut-larut ya, jika dibiarkan kamu bisa sengsara tiap bulannya.

Semua orang pasti menginginkan kebutuhannya terpenuhi tiap bulan, tetapi kenyataannya pendapatan yang didapat hanya sanggup bertahan setengah bulan saja. Sudah pasti ini kesalahan dalam kelola keuangan kamu SobatPD. Pendapatan besar atau kecil kalau kamu paham cara mengelolanya pasti kebutuhan kamu terpenuhi, bahkan bisa menabung dan investasi. Supaya kamu terhindar dari masalah tersebut, cobalah untuk menghindari beberapa alasan yang membuat pendapatan terasa selalu kurang, yuk kenali penyebabnya.

Gaya hidup terlalu berlebihan

Sadar tidak SobatPD hal yang menguras pendapatan adalah gaya hidup? Benar sekali. Kamu harus bisa menyesuaikan gaya hidup kamu dengan pendapatan perbulan. Gaya hidup ini seringkali tidak memperhatikan mana yang prioritas dan mana yang tidak. Jauhkan dari hanya sekedar ‘ingin’, asal ingin memiliki suatu barang atau sekedar mengikuti tren yang ada, tanpa berpikir panjang, semuanya dibeli. Ini yang membuat pendapatan bulanan kamu selalu terasa kurang, jangan sampai kamu seperti peribahasa ‘besar pasak daripada tiang’.

Malas membuat anggaran bulanan

Apakah kamu punya catatan apa-apa saja yang harus kamu beli dalam satu bulan? Apa kamu punya list anggaran bulanan? kalau kamu malas membuat anggaran bulanan, jangan ngeluh kalau suka dilanda krisis akhir bulan. Membuat anggaran bulanan itu sangat penting karena uang yang dikeluarkan menjadi lebih terkendali dan kamu tahu mana yang menjadi kebutuhan prioritas atau kebutuhan yang masih bisa ditunda.

Tergiur dengan tipu daya promo atau diskon

Jika paham kebutuhan prioritas kamu, pasti tidak akan tergiur dengan hal yang menjerumuskan ini. Tetapi banyak orang yang terjerumus karena tipu daya promo “mumpung murah” ini yang menjadi mantera untuk kamu membeli barang diskon padahal tidak butuh, benar gak? Harusnya kamu bisa menetukan mana yang harus dibeli dahulu berdasarkan skala kebutuhan, ini juga yang membuat pengeluaranmu selalu banyak dan membuat pendapatan kamu selalu kurang.

Mudah untuk berhutang

Alternatif jika sudah kehabisan uang biasanya mudah sekali untuk pinjam uang ke teman atau kerabat. Jangan jadikan hal itu menjadi kebiasaan ya SobatPD, kalau yang kamu pinjami punya uang, kalau tidak gimana? Apalagi, kalau kamu biasa berhutang, nilai yang kamu pinjam bisa bertambah setiap bulannya. Seram ya. Bukannya gaya hidup yang menyesuaikan dengan pendapatan, tetapi kamu yang membuat gajimu mengikuti gaya hidup. Untuk itu bijak menggunakan pendapatan dan cermat dalam membelanjaan sangat penting diperhatikan bila tidak ingin hanya ‘gali lobang tutup lobang’.

Tidak memiliki tabungan

Kamu tidak punya tabungan meski kamu sudah lama bekerja dengan pendapatan yang lumayan. Percaya sih kamu tidak punya tabungan karena gaya hidupmu membuat pendapatan bulanan hanya cukup setengah bulan. Mungkin masih berpikiran ‘mumpung muda’ jadi masih menikmati gaji dengan senang-senang. Salah banget kalau kamu punya pemikiran seperti ini. Nabung itu tidak pandang tua atau muda, nabung itu wajib. Tabungan akan membantu kamu jika dilanda krisis akhir bulan dan membuat kamu merasa kaya tetapi kamu belum bisa menggunakan sekarang.

Sudah tahu kan penyebab pendapatan kamu lumayan tapi kamu masih merasa belum cukup? Jika pendapatan kamu kecil, sepertinya wajar kalau belum bisa menutupi kebutuhan bulanan, beda cerita jika pendapatan lumayan dan masih merasa kurang, ini yang salah. Nah, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa ada yang salah dalam pengelolaan keuangan. Supaya tidak merasakan hal itu berlarut-larut, kamu harus bijak dalam mengelola pendapatan bulan dan sadari kesalahan-kesalahan gaya hidup yang biasa kamu lakukan.

Tinggalkan Balasan