Alasan Mengapa Perusahaan Startup Bisa Berstatus Decacorn?

Karena Debat Capres 17/2 kemarin kita sedikit tahu dan pasti kamu cari tahu tentang Unicorn yaitu status atau tingkatan valuasi perusahaan Startup. Jika kamu membaca artikel sebelumnya tentang ‘Unicorn dan Fintech apa hubunganya?’ sudah tahu nih sedikit penjelasan dan beberapa istilah status perusahaan Startup. Ternyata ada beberapa istilah tingkatan nilai valuasi dari perusahaan Startup yaitu:

  • Unicorn adalah perusahaan rintisan dan investasi dalam angka valuasi 1 miliar dolar
  • Decacorn adalah status tingkat lanjut yang diberikan kepada startup dengan valuasi lebih dari 10 miliar dolar.
  • Hectocorn adalah perusahaan rintisan dengan angka valuasi yang mencapai lebih dari 100 miliar dolar.

Bagi orang awam, Unicorn mungkin status paling tinggi tetapi kenyataannya bukan. Ada Decacorn dan Hectocorn di atasnya, Hectocorn merupakan status paling tinggi untuk valuasi perusahaan startup. Jika perusahaan Startup yang berstatus Unicorn ingin naik kelas menjadi Decacorn, maka perusahaan itu harus menyandang 10 kali Unicorn kemudian naik kasta dengan status sebagai Decacorn. Decacorn merupakan status yang diberikan untuk perusahaan Startup yang nilai valuasinya sudah mencapai di atas 10 miliar dolar AS. Semakin tinggi nilai valuasinya maka semakin besar pula potensi bisnis perusahaan, maka banyak juga investor tertarik untuk menyuntikan dananya ke perusahaan tersebut. Perusahaan Startup yang telah menyandang gelar Decacorn ini belum mencetak laba bersih, tetapi sudah menghasilkan pendapatan yang menjanjikan.  Ini alasan mengapa perusahaan dari status Unicorn menjadi Decacorn.

Menariknya dari bahasan diatas adalah perusahaan Startup apa yang sudah menyandang sebagai status Decacorn di Asia Tenggara? Pasti kamu sudah banyak dengar nih beritanya, Startup itu adalah Grab. Grab berhasil menyandang perusahaan pertama yang menyandang Decacorn di Asia Tenggara karena Grab melayani ride-hailing yang menjangkau 336 kota di 8 negara Asia Tenggara tahun 2018 dengan banyak layanan yang diberikan seperti GrabBike, GrabFood, GrabExpress, GrabFresh, GrabPay juga menjadi bukti Grab menguasai sektor financial technology dan masih banyak lagi. Grab berhasil mendapatkan pendanaan sebesar US$3 miliar atau setara dengan Rp4,3 triliun. Total dari pendanaan ini membuat valuasi Grab meningkat mencapai lebih dari US$11 miliar atau Rp158,6 triliun. Beberapa investror yang membuat Grab menjadi Decacorn seperti SoftBank, Toyota Motor Corporation, Tokyo Century, Hyundai Motor Company dan masih banyak lainnya.

Biarpun Grab menjadi saingan terberat untuk perusahaan Startup di Indonesia, sudah ada beberapa Startup Indonesia yang akan menyamai status Grab. Indonesia punya beberapa Unicorn yang memiliki potensi menjadi Decacorn, yaitu Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. Go-Jek belum lama ini mendapat pendanaan terbarunya dari Google, Tencent dan JD.com. Valuasi Go-Jek saat ini mencapai US$ 9,5 miliar, atau mendekati US$ 10 miliar sebagai syarat menjadi Decacorn. Bukan tidak mungkin Startup Indonesia bisa melebihi Grab jika banyak investor tertarik dengan potensi startup yang Indonesia punya.

Tinggalkan Balasan