Uang Elektronik yang Bisa Digunakan Untuk Naik MRT

Selamat datang MRT Jakarta! Buat kamu warga Jakarta, pasti lagi hype banget nih ngobrolin tentang MRT. Apa sih itu MRT, MRT (Mass Rapid Transit) Moda Raya Terpadu, sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik. Dengan MRT kamu bisa menikmati perjalanan kereta bawah tanah dan layang dari stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia dan uji coba atau Trial Run MRT sudah di laksanakan pada 12 – 23 Maret 2019. MRT sudah diresmikan tanggal 24 Maret 2019 oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Pada tanggal 25 – 30 Maret 2019 MRT Jakarta memasuki tahap baru, yaitu fase operasi tidak berbayar, kereta MRT Jakarta yang dinamakan Ratangga akan beroperasi dari pukul 05.30 hingga 22.30 WIB. Buat kamu yang belum coba MRT Jakarta yang gratis, kamu bisa kunjungi website ayocobamrt.com dan ikuti tata caranya, mudah lho.

Setelah uji coba ini selesai, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara untuk naik MRT, apakah ada uang elektronik yang bisa digunakan? Okay mari kita bahas.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan bahwa tarif MRT Jakarta sebesar Rp 8.500 per 10 km ( tarif resmiyang sudah diumumkan pada tanggal 25/3 oleh DPRD DKI) dan tersedia pilihan dalam bentuk tiket MRT e-money maupun pembelian secara QR Code lewat mobile application. Ada lima bank yang sudah bekerja sama, yaitu BRI, BNI, Mandiri, dan BCA plus Bank DKI, MRT Jakarta juga mengeluarkan tiket perjalanan yaitu ‘Kartu Jelajah’ yakni single trip dan multi trip. Uang elektronik dan Kartu Jelajah MRT Jakarta baru dapat digunakan pada 1 April 2019. Pengerjaan fase 1 ini melalui 13 stasiun dengan panjang lintasan 16 kilometer. Ke-13 stasiun MRT itu terdiri dari tujuh stasiun layang yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Enam stasiun bawahnya yakni Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas serta Bundaran HI.

Rute MRT Jakarta (Instagram/@mrtjkt)

Bangga pastinya jadi warga Jakarta yang sekarang memiliki MRT yang sudah diimpikan sejak lama, apalagi MRT Jakarta didukung dengan fasilitas stasiun yang bikin nyaman contohnya ruang ibadah, tempat ibu menyusui, peron menunggu kereta yang dilengkapi dengan platform screen door (PSD) dan tempat duduk. Jadi, gak pegal lagi nunggu kereta kita datang. Selain fasilitas yang lebih baik, MRT Jakarta dibangun untuk membantu mobilitas warga Jakarta yang memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut:

  • Bebas macet karena MRT Jakarta berjalan pada jalur di atas (elevated) dan bawah (underground)
  • Dijamin aman karena MRT Jakarta menggunakan teknologi paling anyar (Communication Base Control (CBC) yang menaungi persinyalan. Jadi lebih akurat meminimalisir human error dan gangguan cuaca lain
  • Lebih cepat sampai karena penumpang hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk tiba dari Stasiun Lebak Buluk ke Bundaran HI atau sebaliknya. Pada jam-jam sibuk, jarak antara satu kereta dengan kereta lain (headway) hanya 5 menit. Di luar jam sibuk menjadi setiap 10 menit.

Adanya moda transportasi baru sebagai warga Jakarta jangan hanya mencoba, tetapi gunakan agar Jakarta tidak lagi macet. Patuhi juga aturan dan tata tertib yang sudah berlaku seperti buang sampah ditempatnya, harus antre, tidak mencoret-coret apapun yang ada di lingkungan stasiun, jaga baik-baik fasilitas yang sudah diberikan. Jadilah warga Jakarta yang cerdas, selamat mencoba MRT Jakarta SobatPD

Tinggalkan Balasan