8 Startup Yang Memiliki Nilai Valuasi Terbesar, Apakah Termasuk Startup Dari Indonesia?

Kamu sudah tidak asing lagi dengan kata ‘Startup’ perusahaan rintisan yang menjadi fenomena bisnis paling digemari oleh investor karena memiliki model bsinis yang unik dan cepat memiliki valuasi walaupun tidak memiliki aset ril (fisik). Berawal dari perusahaan rintisan, beberapa startup ini menjadi perusahaan yang memiliki nilai valuasi atau nilai ekonomi dari sebuah bisnis paling besar didunia. Mau tahu startup apa saja yang memiliki valuasi terbesar, apakah termasuk startup dari Indonesia? Yuk cari tahu.

  • UBER

Perusahaan berbasis aplikasi ini didirikan oleh Travis Kalanick di San Francisco pada Maret 2009, merupakan startup yang menjajakan layanan transportasi yang berbasis di Amerika Serikat. UBER merupakan primadona bagi investor, nilai valuasinya hingga Rp 1.065 Trilyun, nilai valuasi ini merupakan nilai terbesar didunia menurut Forbes pada tahun 2018 dan Soft Bank merupakan salah satu investor terbesar di UBER. Walaupun UBER telah melepas unit bisnisnya di Asia Tenggara dengan alasan tidak menguntungkan dan tidak mampu berkompetisi, UBER menjual unitnya dan tetap memiliki 26% kepemilikannya di Grab.

  • Bytedance

Anak zaman now pasti tahu aplikasi ini, kamu kenal aplikasi Tik Tok? Nah startup yang ada di balik aplikasi TikTok ini didaulat jadi startup paling mahal sedunia, yang nilai valuasinya mencapai USD 75 miliar atau sekitar Rp 1.141 triliun bahkan sudah melewati UBER. Bytedance merupakan startup asal Beijing, Bytedance mendapat keunggulan dan menjadi salah satu startup yang paling berharga oleh investor besar dunia berkat TikTok.

  • Didi Chuxing

Salah satu perusahaan yang mendapat julukan Uber China karena unit bisnisnya mirip dengan UBER yaitu perusahaan yang bergerak di layanan transportasi online. Perusahaan ini berasal dari China yang didirikan oleh Cheng Wei dengan beberapa rekannya pada Juni 2012 dan yang perlu kamu ketahui bahwa perusahaan ini berhasil mengusir UBER dari pasar China setelah mengakuisisi unit UBER pada tahun 2017. Nilai valuasi yang dihasilkan oleh Didi Chuxing sebanyak Rp 828 Trilyun dengan sokongan investor terkemuka yaitu Tencent dan Alibaba.

  • Air BnB

Biasanya layanan ini digunakan oleh si Pelancong untuk menemukan tempat tinggal sementara di dalam negeri ataupun luar negeri, Yups Air BnB merupakan sebuah perusahaan berbasis layanan aplikasi yang menyediakan atau membantu kamu menemukan penginapan. Startup ini didirikan oleh Brian Chesky di San Francisco pada Agustus 2008. Startup yang berasal dari California Amerika Serikat memiliki nilai valuasi sebesar Rp 439 Trilyun

  • Space X

Kalau kamu baru dengar Space X, ini merupakan perusahan transportasi luar angkasa milik Elon Musk. Space X yang berbasis di Hawthorne, California tersebut telah menguraikan rencana untuk mewujudkan perjalanan ke Mars pada 2022, dan setelahnya mengirim misi berawak ke planet merah pada tahun 2024. Space X memiliki nilai valuasi sekitar US$26 Miliar menurut dokumen yang didapatkan oleh Reuters.

  • Palantir Technologies

Perusahaan startup ini mungkin asing di telinga kita karena bergerak di bidang teknologi perangkat lunak. Palantir Technologies merupakan perusahaan bergerak di bidang analisis Bigdata yang berpusat di Amerika Palo Alto, California, Amerika Serikat. Palantir Technologies didirikan oleh Nathan Gettings, Joe Lonsdale, Stephen Cohen, Peter Thiel, dan Alex Karp. Software dari startup ini bahkan digunakan oleh instansi pemerintah seperti CIA dan FBI untuk memvisualisasikan hubungan di antara sejumlah besar data. Palantir Technologies berhasil mendapatkan nilai valuasi mencapai Rp 296 Trilyun.

  • Grab

Satu lagi perusahaan transportasi online yang saat ini sudah menguasai ride-sharing dan telah mengakuisisi UBER, sebut saja dia Grab. Grab yang bermarkas di Singapura ini lahir pada tahun 2012 yang didirikan oleh Anthony Tan. Kamu sudah banyak tahu layanan apa saja yang diberikan Grab, dari transporasi online hingga e-payment. Tidak heran kalau nilai valuasinya mencapai US$ 16 miliar atau setara dengan Rp 224 triliun (kurs Rp 14.000) pada 2019 ini. Grab merupakan perusahaan berbagi transportasi terbesar yang sudah masuk di Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar dan kamboja.

  • GOJEK

Siapa tidak kenal startup karya anak Indonesia,yups Go-Jek. Startup yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini, berdasarkan data yang dirangkum oleh Pitchbook, Go-Jek termasuk perusahaan yang memiliki penilaian tertinggi terkait dukungan oleh Venture Capital (VC). Setidaknya ada 30 perusahaan, termasuk Go-Jek, yang masuk dalam perusahaan berharga di dunia. Mengutip situs TechCrunch, Jumat, 25 Januari 2019 nilai valuasi Gojek akan naik menjadi US$9,5 miliar atau Rp132 triliun. Keberhasilan Go-Jek mencapai nilai valuasi tersebut membuat banyak investor mendekat, contohnya Google, Tencent, JD.com dan masih banyak lagi yang sudah bergabung bersama Go-Jek. Go-Jek tidak hanya melebarkan sayapnya di Indonesia, Go-Jek sudah melakukan ekspansi ke beberapa negara Asia Tenggara, seperti Bangkok, Vietnam, Filipina dan Singapura.

Itulah beberapa startup yang memiliki nilai valuasi terbesar dan berharga didunia. Dari beberapa perusahaan tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa mereka rata-rata tidak memiliki aset fisik seperti kendaraan untuk transportasi online, bangunan penginapan ataupun hal yang harus dimiliki oleh perusahaan konvensional. Perusahaan tersebut memanfaatkan sharing economic dimana perusahaan memaksimalkan aplikasi untuk mempermudah aktivitas konsumen.

Tinggalkan Balasan