Jangan Kambing Hitamkan E-Payment Kalau kamu Jadi Boros, Sadari Hal Ini

Mudah digunakan, hanya bermodal smartphone dan jaringan internet, saldo rekening yang cukup, tinggal scan code apa yang kita butuhkan bisa kita dapatkan tanpa harus membayar pakai uang tunai, ini adalah kemudahan dari e-payment. Kamu juga sudah paham kan tentang e-payment? E-payment itu seperti OVO, Gopay, LinkAja (nama baru dari T-Cash), Sakuku, Dana, Jenius dan masih banyak lagi, yang pastinya kamu punya nih salah satu dari e-payment tersebut. Kehadiran e-payment memang memberikan kemudahan dalam bertransaksi, bisa digunakan untuk belanja bulanan, bayar tagihan hingga transportasi tetapi ada sebagian orang yang mengeluhkan kalau e-payment itu bikin kita jadi konsumtif alias boros, masa sih?

Tidak ada yang salah dari hadirnya e-payment ini, sepertinya kita yang membuat sendiri kalau e-payment membuat jadi boros. Adanya iming-iming diskon atau cashback yang membuat kita bersifat konsumtif, padahal program diskon atau cashback dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang memang kita butuhkan. Buat yang menganggap kalau e-payment buat kita jadi boros pasti kamu “memumpungkan” promo diskon atau cashback yaa? “mumpung” itulah yang bikin kita jadi boros. Nah, biar kamu tidak lagi mengkambing hitamkan e-payment yang katanya bikin boros, ada baiknya untuk bijak menggunakan e-payment dan sadari hal ini karena hal ini yang bikin kamu konsumtif menggunakan e-payment.

Menggunakan e-payment tidak sesuai dengan kebutuhan

Pasti kamu suka men-download aplikasi e-payment yang lagi ada program promo kemudian top up saldo ke aplikasi tersebut, betul tidak? Hal kecil ini yang merusak keuangan kamu lho. Unduhlah aplikasi yang benar-benar kamu butuhkan untuk memenuhi aktifitas kamu sehari-hari. Semakin banyak kamu unduh aplikasi karena banyak promonya, maka semakin kamu sering top up dan selamat kamu terhipnotis oleh promo diskon yang sebenarnya tidak butuh untuk kamu. Seharusnya dana top up itu digunakan untuk hal yang memang kamu butuhkan bukan untuk memenuhi hasrat jajan yang berlebihan.

Tidak memperlakukan e-payment layaknya uang tunai

Kamu pasti sadar kalau e-payment yang kamu top up itu saldonya jumlah uang. Jika kamu sebut e-payment bikin boros itu sebab kamu belum memperlakukan e-payment layaknya uang tunai. Mengeluarkan uang yang ‘tidak kelihatan’ ini, secara psikologis menjadikan kita tidak benar-benar merasa mengeluarkan uang kita. Lebih bijak lagi kalau kamu mau transaksi menggunakan e-payment.

top up e-payment berlebihan

Katanya yang bikin kamu boros adalah e-payment tetapi kamu malah top up saldo e-payment berlebihan? Yang bikin kamu boros adalah diri kamu sendiri, batasilah top up saldo e-payment karena semakin banyak saldo yang tersimpan, semakin kamu mengandalkan saldo untuk keperluan yang tidak kamu butuhkan, kamu berfikir kalau saldo kamu masih banyak.

Tidak menyadari kalau kamu masih banyak kebutuhan

Sadarlah kalau pendapatan kamu masih gini-gini aja, kamu butuh nabung untuk keperluan yang tidak diduga. Jangan sampai adanya e-payment membuat kamu jadi orang kaya dadakan, loyal karena promo. Buat kamu yang belum memiliki menejeman keuangan yang baik, jangan sampai mudah tergoda dengan promo e-payment, itu membuat kamu jadi makin boros.

Benar gak sih beberapa hal yang dijelaskan di atas itu alasan kamu mengkambing hitamkan e-payment yang bikin kamu boros? E-payment hadir mempermudah transaksi kamu bukan jadi beban untuk kamu karena menjadi boros. Bijaklah menggunakan e-payment ya SobatPD.

Tinggalkan Balasan