Kenapa Banyak Marketplace Gulung Tikar? Ini Faktor Utamanya

Di zaman sekarang semua dimudahkan dengan internet, maka dari itu banyak perusahaan yang memanfaatkan internet dan berlomba-lomba membuat produk Marketplace untuk meraup keuntung dari teknologi yang sedang berkembang. Sebut saja Tokopedia, Lazada, Bukalapak dan lain sebagainya, mereka merupakan raksasa Marketplace di Indonesia yang sukses dengan ciri khas mereka masing-masing. Tetapi dibalik kesuksesan tersebut terdapat juga marketplace yang dulunya sukses sekarang hanya tinggal nama, dengan kata lain gulung tikar. Untuk membuka marketplace di Indonesia perusahaan harus paham faktor apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis marketplace. Banyak penyebab utama yang membuat perusahaan marketplace gulung tikar, diantaranya:

  • Ekspektasi yang berlebih tidak berdasarkan analisis

Berbisnis tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu ada proses yang matang yang akhirnya menghasilkan keuntungan. Banyak pembisnis ingin segera meraup laba yang tinggi tetapi mereka tidak mempelajari produk yang dipasarkan, kebutuhan konsumen dan kebiasaan negara yang dinaungi oleh marketplace tersebut, mampukah menghasilkan laba yang sesuai dengan visi perusahaan marketplace.

  • Belum menentukan model bisnis yang jelas

Sebelum memulai bisnis pastikan kamu memiliki model bisnis yang jelas dan menjanjikan. Dengan model bisnis yang jelas kamu akan mengetahui revenue stream perusahaan kamu bersumber dari mana saja. Jika hanya sekedar membuka marketplace dan hanya mengandalkan income dari transaksi pada marketplace tersebut maka perusahaan akan bergerak lambat lantaran menarik kostumer yang sudah loyal pada marketplace besar cukup sulit. Oleh sebab itu buatlah model bisnis yang jelas untuk menghindari gulung tikar atau hanya terkesan bakar duit saja tanpa ujung yang lebih baik.

  • Kesulitan medapatkan investor

Investor akan datang menemui marketplace buatan kamu jika memiliki ciri khas unik, target pasar yang jelas dan trafik penjualan yang baik. Banyak marketplace gulung tikar karena susahnya mencari investor dikarenakan marketplace yang kamu bangun tidak memiliki nilai jual atau dengan kata lain sama dengan marketplace yang sudah booming. Jadi investor juga memiliki nilai tersendiri untuk menginvestasikan dananya.

  • Persaigan ketat di dunia Marketplace

Faktor utama banyaknya marketplace gulung tikar yaitu persaingan yang ketat antar marketplace lain. Sebut saja raksasa marketplace di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee mereka sudah di suntikkan dana oleh beberapa investor besar dan tidak heran jika mereka bisa membuat promo besar-besaran dan program menarik untuk konsumen belanja online di marketplace tersebut.

Kamu sudah mengetahui beberapa faktor gulung tikarnya perusahaan marketplace, pasti kamu juga ingin tahu kan marketplace apa yang sempat berjaya dan akhirnya harus tutup karena beberapa faktor tersebut. Yuk ulas beberapa marketplace yang akhirnya harus berhenti beroperasi dan alasan yang membuat marketplace tutup.

Qlapa

Yang masih hangat jadi perbincangan di dunia Startup berhenti beroperasinya Marketplace Qlapa. Marketplace khusus kerajianan tangan ini mengumumkan harus tutup di tahun 2019, karena tidak mampu bersaing dengan kompetitornya seperti Tokopedia dan Bukalapak. Padahal marketplace ini sudah bertahan selama 4 tahun namun karena kalah dalam bersaing dalam ‘bakar duit’ guna menarik pelanggan seperti memberikan cashback hingga diskon besar, sehingga yang bertahan adalah mereka yang punya modal besar.

Rakuten

Rakuten perusahaan marketplace asal jepang resmi menutup layanan operasionalnya pada 1 Maret 2016 di Indonesia. Rakuten masuk ke Indonesia sejak pertengahan 2011 mengandeng MNC Grup sebagai mitra lokal. Tetapi kerjasama ini tidak berlangsung lama pasalnya bisnis ini merupakan bagian dari Visi 2020 Rakuten yang pengin meraup laba 1.700 miliar Yen pada tahun 2020. Pasar Indonesia dianggap gak bakal bisa menopang rencana ini.

Cipika

Cipika yang berada di bawah Indosat Ooredoo harus gulung tikar pada 1 Juni 2017. Cipika menawarkan berbagai jenis produk seperti elekronik, Faashion hingga makanan. Marketplace ini ditutup karena mereka belum menemukan model bisnis yang menjanjikan.

Paraplao

merupakan e-commerce pertama yang jadi jembatan antara fashion global dengan lokal. Situs ini pernah mengklaim dirinya sebagai situs e-commerce fashion terbesar ketiga di Tanah Air. Tutupnya marketplace ini karena masalah finansial jadi faktor utama. Sementara itu yang kedua adalah persaingan pasar.

Banyaknya marketplace di Indonesia yang gulung tikar harus menjadi pelajaran untuk kamu yang ingin merintis usaha di bidang markertplace, rata-rata alasan mereka gulung tikar atau berhenti beroperasi adalah tidak kuat akan persaigan dengan kompetitor yang sudah sukses dan tidak adanya model bisnis yang jelas. Penting untuk kamu jika ingin menggeluti bisnis marketplace pahami apa yang ingin kamu jual, perjelas model bisnis dan ciri khas produk itu penting sekali.

Tinggalkan Balasan