E-payment Solusi Pembayaran Kaum Millenial

Di era digital sekarang, sudah banyak warga Indonesia yang mulai paham tentang pembayaran tanpa uang tunai (koin dan kertas) atau bisa kita sebut Cashless, alasan kenapa orang beralih salah satunya adalah tidak harus membawa banyak uang didompet dan mengurangi resiko kejahatan. Seiring berkembangnya teknologi di Indonesia, Financial Technology (FinTech) dalam kategori e-payment hadir untuk menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Yang awalnya pembayaran harus memakai uang tunai, kini pembayaran apapun bisa dilakukan secara e-payment dari transportasi, belanja online, pembayaran tagihan hingga belanja di supermarket. Jadi sekarang bukan lagi “apa-apa uang” tapi mulai “apa-apa transfer”. Terlepas mulai beralihnya dari pembayaran menggunakan uang tunai ke pembayaran menggunakan e-payment, kita harus paham tentang keuntungan dan kekurangan menggunakan e-payment. Peran kita dalam peralihan sistem pembayaran ini adalah paham bagaimana supaya bijak menggunakan e-payment dan memaksimalkan keuntungan menggunakan agar dapat meminimalkan kekurangan dari penggunaan e-payment.

Banyak negara yang sudah menerapkan e-payment sebagai media transaksi pembayaran, contoh saja Cina. Di Cina ada 2 perusahan besar dalam sistem pembayaran, yaitu: Alipay milik Alibaba dan Wechat Pay milik Tencent. Mereka tidak hanya di pasar cina tetapi sudah mulai menjajaki Pasar luar seperti India, Malasyia, dan Indonesia. Di Indonesia juga punya perusahaan besar yang mulai berkembang ke pasar asia, yaitu GOJEK. Gojek meluncurkan pembayaran digital atau e-payment Gopay yang tidak hanya bisa digunakan untuk transportasi, Gopay juga bisa bertransaksi untuk pembayaran apapun. Selain Gopay dari Gojek, Indonesia juga punya Tcash milik Telkomsel, OVO milik group Lippo dan masih banyak lagi. Dan rata-rata warga Indonesia sudah memiliki dan bertransaksi menggunakan e-payment. Dikutip dari Katadata.com, menurut riset Google dan Temasek bertajuk ‘e-Conomy SEA 2018’, layanan pembayaran digital di Indonesia sudah mencapai angka 46%. Artinya, 1 dari 2 pengguna internet telah bertransaksi secara digital, dan menurut Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Harianto Gunawan bahwa 80 persen masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan pembayaran elektronik dibandingkan dengan uang tunai. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada tahun 2015 yang berjumlah 69 persen. Jadi boleh diartikan bahwa e-payment menjadi solusi pembayaran yang cocok untuk di tahun millenial ini.

Karena memang teknologi semakin canggih jadi berdampak pada kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung menginginkan pembayaran yang cepat dan praktis serta transaksi pembayaran yang aman dan terekam secara detail alhasil banyak yang beralih ke e-payment, kamu pun bisa membaca secara detail Kenapa banyak orang mulai beralih ke e-payment?. Tidak hanya alasan itu saja tetapi banyak manfaat yang didapat dari pembayaran menggunakan e-payment.

Kita harus bisa beradaptasi dengan teknologi yang selalu berkembang apalagi dibidang transaksi elektronik karena Indonesia sudah masuk dalam perkembangan ekonomi digital. Untuk menjadikan Indonesia lebih maju dari negara tetangga di dalam ekonomi digital, bukan hanya tugas pemerintahan melainkan juga tugas kita untuk mengedukasi sesama dalam hal teknologi dan sebisa mungkin menfaatkannya.

Tinggalkan Balasan