Seperti Apa Dunia Tanpa Uang Tunai dan Bagaimana Implikasinya Di Banyak Negara?

Tanpa uang tunai, pembayaran terjadi secara elektronik. Alih-alih menggunakan kertas dan koin untuk bertukar nilai, cukup mengotorisasi transfer dana ke orang lain untuk urusan bisnis atau keperluan sehari-hari.

Selama ini, kartu kredit dan kartu debit adalah salah satu alternatif uang tunai paling populer yang digunakan saat ini. Tetapi kartu saja tidak cukup. Saat ini dan kedepannya perangkat seluler kemungkinan besar akan menjadi alat utama untuk pembayaran. Untuk skala global, aplikasi pembayaran elektronik, seperti Zelle, PayPal, dan Venmo, sangat membantu untuk pembayaran P2P (peer to peer). Sedangkan untuk skala lokal, dompet digital seperti GoPay, Ovo, TCash, Brizzi dan sebagainya bisa jadi pemain utama di bisnis masa depan. Layanan pembayaran seluler tersebut menyediakan pembayaran yang aman dan bebas uang tunai. Di negara berkembang dan maju yang menggunakan uang tunai dengan hemat, perangkat seluler adalah alat paling umum untuk melakukan pembayaran.

Fakta paling fenomenal yang pernah terjadi adalah cryptocurrency yang pernah belakangan popular. Mereka sudah pernah digunakan untuk transfer uang, dan mereka memperkenalkan kompetisi dan inovasi yang dapat membantu menjaga biaya tetap rendah. Tetapi cryptocurrency saat ini memiliki risiko dan hambatan peraturan yang membuat cryptocurrency tidak praktis bagi sebagian besar konsumen, sehingga cryptocurrency mungkin tidak tepat untuk digunakan secara luas.

Aplikasi Masyarakat Tanpa Uang Tunai di Beberapa Negara

Beberapa negara sudah membuat langkah untuk menghilangkan uang tunai, dengan dorongan datang dari konsumen dan dukungan pemerintah. Swedia dan India adalah dua contoh penting yang bisa jadi inspirasi negara lain.

Swedia

Di Swedia, tidak jarang kamua melihat tanda-tanda yang mengatakan “Tidak menerima uang tunai” di toko-toko dan juga beberapa bank sudah tidak lagi menangani uang tunai. Secara keseluruhan, pembayaran tunai hanya 15 persen dari penjualan ritel di Swedia, dan beberapa negara di seluruh dunia banyak yang menunjuk ke Swedia sebagai model bagi masyarakat tanpa uang tunai modern. Konsumen sebagian besar senang dengan situasi ini, tetapi orang miskin dan lanjut usia masih berjuang untuk bisa menyesuaikan dengan dunia elektronik tersebut.

India

Pemerintah India melarang uang kertas 500 dan 1.000 rupee pada bulan November 2016 dalam upaya untuk menghukum para penjahat dan mereka yang bekerja di ekonomi informal. Implementasi ini terkesan terburu-buru dan kontroversial, dan hasilnya sekitar 99 persen dari uang kertas itu disimpan,  artinya para penjahat kehilangan banyak uang, akibat kebijakan mendadak tersebut. Dampak pastinya transaksi elektronik meningkat untuk sementara waktu, tetapi turun ke tingkat pra-demonetisasi pada tahun berikutnya.

Contoh-contoh itu menunjukkan bahwa tanpa uang tunai dimungkinkan ekonomi bisa berjalan dan bahkan lebih maju lagi namun tentu saja dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan butuh proses bertahap. Pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana orang-orang yang terpinggirkan (orang miskin) bisa beradaptasi dengan perubahan jaman ini.

Manfaat lain bagi pemerintah adalah ketika semua tunai berubah menjadi uang elektronik, pemerintah memiliki kesempatan untuk mempromosikan suku bunga negatif. Itu biasanya merupakan langkah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi nasional, walaupun sisi negatifnya adalah uang kehilangan daya beli.

Go Digital, Dapatkan Diskon

Salah satu daya tarik transaksi non tunai adalah banyaknya diskon yang ditawarkan oleh peneyedia layanan transaksi non tunai tersebut, misalnya saja:

  • Diskon Bahan Bakar: diskon 0,75% untuk pembelian bahan bakar digital melalui kartu kredit / debit, dompet digital.
  • Tiket Kereta Api: diskon 0,5% untuk tiket kereta api bulanan dan musiman. Pembeli tiket Kereta Api online juga mendapatkan fasilitas lain seperti premi asuransi kecelakaan gratis.

Dengan berbagai kemudahan yng didapatkan melalui layanan transaksi non tunai tersebut, diharapkan masyarakat semakin terpacu untuk ikut menyukseskan gerakan perubahan menuju masyarakat non tunai tersebut.

Tinggalkan Balasan