4 Karakteristik Umum dari Startup FinTech

Fintech atau Financial Technologi belakangan ini seolah menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan, namun secara profil keuangan mereka tidak masuk dalam kategori yang dipersyaratkan bank (unbankable). Fintech merupakan perusahan rintisan yang menawarkan pinjaman online dan juga investasi online kepada masyarakat dengan bantuan platform digital. Di Indonesia sendiri, ada fintech yang sudah punya izin namun ada juga yang belum. Kehadirannya juga masih menimbulkan pro dan kontra.

Ada baiknya sebelum menggunakan layanan fintech kamu perlu tahu karakteristik umum dari startup FinTech berikut ini :

1) Memiliki tim manajemen yang kecil

Kelemahan: Tim yang lebih kecil memiliki kapasitas terbatas untuk menangani berbagai tugas yang diperlukan untuk mempertahankan operasi pemberian pinjaman baru. Tim yang lebih kecil sering mengalami kendala dari sisi penanganan masalah dan keluhan yang muncul.

Kelebihan: Tim manajemen yang kecil membuat startup Fintech mampu membuat keputusan lebih cepat dan mengeksekusi lebih cepat. Mereka dapat secara efektif memimpin perusahaan yang gesit yang berada pada posisi yang baik untuk berubah mengikuti kebutuhan pasar, dan berkreasi berdasarkan kebutuhan dan umpan balik pelanggan.

2) Nominal penyaluran kredit terbatas dan pengalaman menghadapi masalah juga minim

Kelemahan: Pengalaman kredit yang minim atau bahkan level pemula bisa jadi membuat fintech tidak memiliki pemahaman penuh tentang aturan yang mengatur pemberian kredit kepada konsumen dari sudut pandang peraturan. Misalnya, pengalaman atau pengetahuan yang terbatas dalam menggunakan dan mengelola portofolio data nasabah atau dalam menilai kelayakan kredit konsumen bisa berpotensi menimbulkan resiko penyaluran kredit yang tidak tepat atau bahkan menimbulkan resiko kredit macet.

Kelebihan: Perusahaan Fintech tidak terjebak dalam kerangka kerja perusahaan jasa keuangan tradisional yang menentukan bagaimana model kredit digunakan atau bagaimana mereka menjamin pelanggan. Fintech dapat memikirkan masalah kredit melalui serangkaian sudut padang yang berbeda dan tentu saja berbasis teknologi digital masa kini. Hal ini bisa mengarah pada inovasi seperti menggunakan informasi pendidikan atau data media sosial untuk membantu menetapkan dan mengukur parameter risiko yang bisa saja muncul ke depannya.

3) Minimnya sumber keuangan (funding) dan besarnya permintaan pinjaman (kredit)

Kelemahan: Minimnya sumber daya keuangan dan besarnya permintaan kredit dapat menjadi kendala startup fintech untuk berkembang secara masif (skala besar). Seringkali mereka tidak dapat menaikkan level skala bisnis ke tingkat berikutnya.

Kelebihan: Sumber daya keuangan yang terbatas menyebabkan startup Fintech berjalan ramping. Mereka fokus pada calon nasabah potensial saja yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan kualitas nasabah yang layak. Dan, karena mereka ditantang dengan cara ini, pengusaha Fintech sering berpikir berbeda dengan kreditur pada umumnya. Hasilnya juga akan terlihat setidaknya dalam satu dekade nanti.

4) Segmen pasar yang tidak teridentifikasi atau model bisnis yang tidak berkembang

Kelemahan:Ttanpa model bisnis yang dirancang dengan baik, startup Fintech tidak dapat membawa produk mereka untuk bisa berkembang diantara pasar yang kompetitif. Tanpa segmentasi dan target pasar yang ditentukan, lebih sulit bagi fintech untuk menentukan ukuran peluang dan menawarkan peluang itu kepada investor. Selain itu, tanpa model bisnis yang spesifik, cukup sulit bagi fintech untuk mitigasi dari sudut pandang risiko kredit.

Kelebihan: Menentukan target pasar dan mengembangkan model bisnis sering kali menjadi hal pertama yang menjadi fokus startup Fintech. Keuntungan dari belum melakukan ini adalah bahwa startup dapat dengan mudah berporos ke konsep lain, model bisnis atau target pasar yang sudah ada setiap kali ada kesempatan.

Tinggalkan Balasan