Belakangan ini lagi banyak sekali orang membahas kredit online, kamu sudah tahu belum kredit online itu apa? Kredit online itu fasilitas pinjaman uang yang disediakan oleh jasa keuangan yang beroperasi secara online, kredit online ini termasuk Financial Technology (fintech). Biasanya kredit online syaratnya mudah dan cepat namun, kamu wajib tahu resiko dari kredit online. Prioritas pertama jika kamu harus kredit online adalah kredibilitas kredit online yang kamu pilih, jangan sampai tergiur karena dana mudah cair atau bunga ringan. Kamu juga harus perhatikan keamanan data yang kamu berikan, bunga dibebankan dan biaya-biaya yang lainnya.

Dikutip dari online-pajak.com, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pada 2017, terdapat 237.159 nasabah yang mengajukan pinjaman secara online. Jumlah tersebut naik hingga 581% dari pencapaian tahun 2016 sebanyak 38.105 orang. Pemicu naiknya adalah banyaknya Financial Technology (fintech) kredit online yang sedang tumbuh di Indonesia. Mengacu pada data OJK, jumlah perusahaan pemberi kredit online pada tahun 2017 mencapai 100.940 dengan dana pinjaman senilai 2,56 triliun. Salah satu alasan naiknya nasabah kredit online yaitu banyaknya keuntungan yang ditawarkan, misalkan :

Proses cepat: Tanpa harus bertatap muka untuk wawanca dan mengirimkan berkas administrasi atau persyaratan yang diajukan. Kamu hanya perlu masuk ke website kredit online tersebut, mengisikan data dan upload persyaratan yang dibutuhkan.

Fleksibel: Kamu bisa ajukan kredit online dimana saja dan kapan saja. Modal kamu cukup smartphone, laptop dan jaringan internet. Tidak perlu lagi mendatangi kantor kredit, kamu bisa hitung sendiri dana yang akan kamu pinjam dan yang akan dibayarkan serta kamu bisa membandingkan bunga pinjaman yang ditawarkan beberapa penyedia pinjaman sekaligus.

Jadi buat kamu ingin punya usaha kecil menengah ataupun kamu butuh dana cepat, kredit online bisa menjadi salah satu alternatif terbaik karena kemudahan persyaratan dan kamu bisa membandingkan langsung penyedia kredit online di internet.

Selain memikirkan keuntunggan jangan lupa semua yang berhubungan dengan online pasti punya resiko. Pikirkan lagi tentang resiko jika kamu ingin kredit online. Ada beberapa resiko yang harus diperhatikan, diantaranya :

Beban bunga yang tinggi : Ini yang buat orang-orang belum memilih untuk kredit online, bunganya melebihi bank konvensional dan koperasi ataupun pegadaian. Perusahaan pinjaman online memiliki alasan sendiri menerapkan bunga tinggi, selain tidak ada jaminan dalam kontrak juga akibat kemudahan persyaratan dan kecepatan persetujuan.

Agunan kecil: Kita tidak bisa meminjam uang di kredit online dengan jumlah yang besar, tergantung platform kredit online yang kamu pilih. Rata-rata kredit online hanya bisa meminjamkan uang sebesar 5juta rupiah.

Menunda bayar pinjaman: Semua pinjaman harus dibayarkan tepat waktu, apapun pinjamannya. Apalagi pinjaman online atau kredit online, penagihan dimulai dengan kirim pemberitahuan melalui e-mail, sms atau whatsapp jika kamu terlambat hanya beberapa hari. Jika kamu belum bayar hingga beberapa minggu atau bulan, kamu akan dilaporkan ke biro kredit yang diwajibkan oleh OJK kepada setiap perusahaan Fintech. Pelaporan ini bertujuan memastikan bahwa nasabah yang tidak bayar tidak dapat mengajukan pinjaman kembali bahkan ada penagihan dengan cara memberi tahu kerabat atau teman untuk memberitahu kamu agar segera pembayaran pinjaman.

Biaya administrasi penagihan: Ketika kamu belum bisa bayar atau menunggak tidak hanya dapat teguran tetapi ada tambahan biaya karena perusahaan kredit online meminta biaya atas keterlambatan pembayaran kamu. Jangan kaget kalau biaya tambahan itu lebih besar daripada pinjaman yang kamu ambil. Sebelum kamu ingin pinjam uang di kredit online, kamu perlu menanyakan atau membaca perjanjian kredit dengan teliti soal kewajiban jika kamu terlambat membayar tunggakan pinjaman.

Kesimpulannya adalah kredit online menguntungkan atau malah merugikan? Itu balik lagi ke kamu yang ingin meminjam. Jika kamu tepat waktu bayar, kamu tidak akan dikenakan biaya penunggakan apapun hanya saja kamu harus siap dengan bunga yang sudah kamu setujui. Kamu harus paham keuntungan dan resikonya, maka dari itu sebelum kamu mengajukan kredit online pahami dan cari tahu credit online yang kredibilitasnya sudah terjamin dan diakui oleh instansi keuangan seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Tinggalkan Balasan