Menteri Keuangan Sri Mulyani Meluncurkan Uji Coba Digitalisasi Pembiayaan UMi

Jakarta, Pestadiskon – Kementerian Keuangan meluncurkan program pembiayaan kredit untuk pengusaha ultra mikro berbasis digital. Program yang akan memasuki tahapan piloting untuk 1 tahun ke depan ini akan menggandeng 4 platform uang elektronik yaitu Go-Pay, Tcash, T-Money, dan Bukalapak.com.

Dalam kesempatan ini Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa, Program ini merupakan program yang pertama kali dalam digitalisasi didalam program pemerintah yang berhubungan dengan usaha ultra mikro yaitu melalui kredit usaha rakyat. Melalui kredit usaha rakyat, pada tahun 2018 dengan 11,5 triliun untuk subsidi bunganya. Dan pada tahun 2019 dengan 12,1 triliun untuk subsidi bunganya. Dengan subsidi bunga sebesar itu maka kredit usaha rakyat yang diberikan bisa melampaui lebih dari 100 triliun.

“Melalui digitalisasi pembiayaan UMi, debitur yang selama ini menerima penyaluran cash diberikan alternatif untuk memanfaatkan platform digital kekinian yakni uang elektronik atau UNIK. Dan Debitur yang memilih metode cashless dapat memanfaatkan ekosistem teknologi yang  dimiliki oleh para penyedia jasa sistem pembayaran,” Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono.

UMi merupakan program tahapan lanjutan dari sebelumnya yaitu program bantuan sosial yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kredit ini diluncurkan sejak Agustus 2017 dengan pinjaman Rp 25 juta – Rp 500 juta per penerima. Kredit UMi bisa diakses oleh masyarakat diseluruh Indonesia. Program ini akan menjadi program percontohan yaitu pilot project dan akan dievaluasi oleh pemerintah 3 bulan ke depan. Pada proses uji coba, setidaknya ada dana kredit Rp 700 miliar yang akan disalurkan secara non tunai menjadi saldo uang elektronik.

“Melalui program ini masyarakat bisa mengambil pinjaman maksimal Rp 10 juta” Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto.

Penyaluran pembiayaan UMi merupakan bentuk kolaborasi program pemerintah di sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, perdagangan, dan pariwisata. Selain itu, pembiayaan UMi juga merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk mewujudkan keadilan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah tertinggal. Pemerintah menunjuk Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi.

Para pengusaha UMi yang ingin memperoleh bantuan dana dari pemerintah, bisa melakukan pengajuan ke Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) linkages dimana mereka telah terdaftar. Setelah persyaratan semua telah dipenuhi, maka dana dari APBN yang dialokasikan ke BLU PIP untuk pengusaha UMi akan disalurkan melalui LKBB dan LKBB linkages. Adapun bentuk penyaluran dapat diberikan dalam bentuk tunai maupun secara cashless melalui platform para penyedia uang elektronik.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bapak Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Bapak Triawan Munaf.

Tinggalkan Balasan