Indonesia dan Barang KW Part 2

Friday, March 23rd 2018 - Supermarket

PESTADISKON, JAKARTA -  Pakai Barang KW Banyak Ruginya

 

Banyak dari antara kita memakai barang-barang KW atau tiruan di kehidupan sehari-hari. Kebanyakan konsumen membeli barang KW karena alasan harga. Ya, harga yang miring menjadi daya tarik utama barang KW, tapi tahukah kalian sebenarnya banyak kerugian apabila kita menggunakan barang KW. Simak kerugiannya di bawah ini:

 



1.       Cepat Rusak

Meski dari tampilan sangat mirip,  tetapi namanya saja KW semirip-miripnya tetap saja palsu. Quality Control (QC) ketika barang tersebut diproduksi tentu saja tidak seketat QC dari produsen aslinya. Proses produksinya dipertanyakan, barang dibuat dengan mengandalkan prinsip yang penting secara tampilan mirip tapi kualitas dikorbankan. Tidak heran jika barang-barang KW mudah sekali rusak. Semisal membeli barang elektronik palsu, merk aslinya bisa bertahan sampai bertahun-tahun, merk KW hanya bertahan hitungan bulan.

 

2.       Mengandung bahan atau material berbahaya

Peredaran kosmetik atau obat-obatan palsu di Indonesia sangatlah luas. Sebaiknya kita berhati-hati dalam membeli kedua jenis barang tersebut, terlebih jika membeli secara online. Kosmetik dan obat KW mengandung bahan-bahan yang berbahaya dan tidak teruji di lembaga BPOM. Jika terjadi sesuatu (misalnya keracunan) produsen pun tidak bisa bertanggung jawab, karena proses produksinya ilegal.

 

3.       Bikin Malu

Tujuan orang-orang menggunakan barang KW adalah untuk menaikan gengsi, kepercayaan diri dan harga diri. Tak heran barang imitasi yang jadi favorit barang dengan merk dagang elit  atau kelas atas. Namun, mayoritas barang abal-abal tersebut selalu punya cela dan tidak jarang terlihat secara kasat mata. Seperti misalnya brand Adidas yang dipelesetkan menjadi Adibas, atau garis putih pada sepatu terkenal tersebut yang seharusnya tiga malah menjadi empat. Selain itu pada barang garmen KW jahitan juga kelihatan tidak rapih, ketika dipegang bahan pun jauh berbeda. Bayangkan apabila hal ini diketahui oleh teman-teman kalian! Niat hati ingin keren, kok jadi malu-maluin.

 

4.       Kurang Nyaman

Demi menekan harga serendah-rendahnya, produsen barang KW menggunakan bahan-bahan yang murah. Jangan heran apabila baju KW yang kamu pakai ternyata bikin panas, atau misalnya sol sepatu Reebok palsumu keras dan tidak enak untuk dibawa jalan. Tampilan boleh kece, tapi kalau tidak nyaman dipakai bukankah juga jadi menyiksa diri sendiri?

 

5.       Tidak kompatibel

Hal ini berlaku untuk barang-barang elektronik, seperti ponsel, konsol game, atau komputer jinjing. Sudah menjadi rahasia umum jika barang palsu kebanyakan berasal dari Tiongkok, benda-benda tersebut tidak melalui proses penyesuaian ketika diimpor masuk ke negara kita. Sehingga besar kemungkinan barang tersebut tidak kompatibel untuk dipergunakan di sini. Ketidakcocokan ini juga dapat membahayakan, misalnya menyebabkan korsleting listrik.

 

 

Serba-Serbi Barang KW

 

Zaman modern seperti sekarang ini, kita dibanjiri informasi gaya hidup via internet. Sosial media termasuk salah satu sumber utama dimana kita bisa melihat kehidupan orang lain yang biasanya ditampilkan bahagia, kaya raya, dan seolah semua tidak ada masalah. Sosmed milik public figure pun kita ikuti, secara tidak sadar kita kemudian menginginkan kehidupan seperti mereka, kesannya gaul dan kekinian.

Kecenderungan para public figure yang memiliki barang-barang branded, membuat orang-orang merasa perlu mengikuti gaya mereka. Ingin mengikuti tren yang Up-to-date. Mau juga dong bawa tas Hermes seperti Syahrini, atau Balenciaga deh minimal. Di bagian dunia lain, fenomena Yeezy Boots sepatu hasil kolaborasi Adidas dan Kanye West juga menyebar dengan cepat melalui internet, sepatu berharga belasan juta ini jadi incaran banyak orang. Seketika itu juga tiba-tiba semua orang punya sepatu ini.

 

Ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan dengan membuat versi ‘murah’ dari barang-barang tersebut, ya, barang yang kita kenal dengan sebutan barang KW alias barang tiruan. Indonesia adalah surga barang-barang tiruan, itulah yang dikatakan media online mediaindonesia.com. Negara berkembang itu sasaran empuk para produsen barang tiruan. Rakyat kita banyak, penghasilan rendah, tapi keinginan punya barang baru dan bagus, tinggi. Tidak bisa membeli asli, yang palsu pun jadi.

 



Rata-rata barang KW ini berasal dari Taiwan dan Tiongkok. Barang diseludupkan lewat pelabuhan-pelabuhan kecil. Ribuan pulau yang dimiliki negara kita menyulitkan aparat keamanan untuk mencegah masuknya barang-barang KW ini. Selalu saja yang lolos. Barang tidak akan dikirim jika tidak ada permintaan, bukan? Faktor perilaku konsumen yang menyukai barang palsu juga faktor utama mengapa pemberantasan barang KW di Indonesia masih jauh sekali dari kata selesai.

 

Gengsi. Gengsi memegang peranan penting mengapa orang Indonesia suka barang KW. Seperti yang telah disebutkan di atas, masyarakat kita suka mengikuti gaya hidup orang yang dikaguminya, tidak lain tidak bukan public figure dan sosialita. Jadi sekalinya sang idola mengenakan barang apa, lalu berlanjut menjadi trend di masyarakat. Bagi yang berkecukupan bisa membeli yang asli, bagi yang pas-pasan ya beli yang KW saja. Tidak apa-apa KW yang penting mengikuti perkembangan jaman.

 

Padahal produk-produk KW ini perlahan-lahan akan mematikan industri dalam negeri. Bayangkan saja apabila semua orang pakai barang KW impor tersebut, lebih cinta barang palsu dibandingkan barang asli lokal. Namun, ada yang menarik dari artikel tirto.id yang berjudul Barang Palsu: Membuat Rugi Tapi juga Menghidupi, ternyata dibalik kejamnya perdagangan barang KW ada sisi dimana dia menghidupi banyak sekali orang. Termasuk para pedagang atau supplier di pasar-pasar grosir Indonesia dan pegawai-pegawai pabrik barang palsu di daratan Tiongkok sana.

 


 

PESTADISKON, JAKARTA - Negara berkembang menjadi sasaran empuk para produsen barang tiruan. Rata-rata barang yang tidak original atau KW ini berasal dari Tiongkok. Simak ulasan berikut untuk mengetahui Negara Indonesia dan barang KW.


Related Articles

Partners